Kena Toyor

RSS
Jan
30

First Time Camping in Ages!

Perjalanan wiken ini sebenarnya udah kelewat, tapi gak apa lah namanya juga (sok) sibuk, baru sempet nulis sekarang ini hahah…

Kali ini gue dan teman-teman trip gue, sebut saja Indi, Dea, Mala, Ayu dan Pipin tiba-tiba beride untuk…

“Camping yuk!”

“Dimana?”

“Puncak Bintang aja…”

“Hyuuukk”

Gue yg selamaaaa bertahun2 gak pernah camping, langsung mengiyakan ajakan itu. Camping bokk… Terakhir gue kemping ituuu pas sma kelas 1.. Itupun teramat sangat kepaksa banget. Bahkan, pas smp pernah di suru kemping, gue beralasan sakit perut, dan beberapa hari kemudian beneran sakit perut. Duerrr….

Weekend trip kali ini kita lumayan cantik. Gak ada trekking nanjak ngos-ngosan lagi, gak ada sepatu kotor lagi. Eh ada sih, tapi gak banyaaak kok….

Transportasi ke Bandung nya pun nyaman banget. Hari sabtu, 23 januari kemarin kita berlima berangkat dari Stasiun Gambir menuju ke St.Bandung, tiga jam 20 menit lamanya. Ternyata lebih lama daripada naik travel, tapi gak ada macet2an sih.

Sampai di St.Bandung, kita berlima disambut oleh Dea, sang tuan rumah yg kalo ditanyain “Bandung ada apa aja ya?” jawabannya kalo gak absurd ya “hmmm” doang hahahah *pissss brohh :p

Perjalanan dari Stasiun Bandung ke Puncak Bintang pakai angkot sewaan. Hmmm kira2 sejam an kali ya.. Gue rada lupa, yg jelas ga sampe 2 jam sih.

Sampai di Puncak Bintang nya udah sore, sekitar jam 5an…. Begitu sampai, kami langsung pasang tenda di Hutan Pinus nya. Eh kami? Gue cuma bengong sambil foto2 aja sih :p, soale ndak bisa masang tenda, nanti kalo gue yg pasang, yg ada sekali senggol ambruk semua. Jadi mendingan jangan ya, gue sadar diri kok….

Berhubung hari itu pas wiken, lokasi Puncak Bintang lumayan rame. Kalo mau foto yaa antri antri dikit lah. Oh ya, sore itu disana gak terlalu dingin, tapi kalo udah mulai malem lumayan dingin, tunggu pas paginya baru berasa dingin banget brrr…

Untuk urusan makanan, kami memilih makan di bawah. Jalan sekitar 5 menit dari Puncak Bintang untuk kebawah buat nyari makan. Makanannya jangan ditanya, menu tempat wisata apalagi sih selain indomie kuah, indomie goreng, nasi goreng, mie goreng, nasi ayam2an… hehe.. Standard but okay lah.

Sebenarnya di deket Puncak Bintang itu ada satu tempat nongkrong di Bukit Moko, tapi kami gak kesana. Lebih memilih makan dibawah aja, sambil menikmati pemandangan Kota Bandung dari atas.. eheemmm….

Malemnya kegiatan kami yaaa seperti yg dilakuin orang2 kalo lagi kemping sih. Maen hp.. hahah bukan denggg…. Ngobrol ngalor ngidul, sambil minum kopi, milo anget tapi baru nyadar kalo gak bawa panci… duhh.. Untung tenda sebelah baik hati minjemin, akhirnya jadi deh ngobrol sambil minum sambil main jempol! hahaha! That was so fun! šŸ˜‰

Setelah puas ngobrol, akhirnya kami memutuskan untuk tidur, mengingat besok pagi kudu beberes tenda.

Tepat jam 8 pagi keesokan harinya, kami berpindah dari Puncak Bintang menuju ke Tahura, Taman Hutan Raya. Jujur aja, gue gak ada bayangan Tahura tuh kayak apa. Gue mah anaknya suka surprais, ga suka tuh yg namanya browsing2 dulu sebelum ke tempatnya.. *padahal mah males browsing

Jam 10an lah kita sampai Tahura.. Dan baru tau tempat itu kayak hutaaaan *yaiyalah namanya juga hutan…. Di Tahura ada beberapa goa.. Maaf rada2 lupa apa aja, tapi yg gue inget cuma Goa Jepang dan Goa Belanda.

Sebenernya kalo dari pintu masuk ke goa2 itu sih gak terlalu lama jalannya, tapi karena kami suka tantangan, makanya kami trekking 4,5km untuk menuju ke air terjun curug omas…. Ngos-ngosan, ngos-ngosan deh.. Keringetan deh…. Well, air terjunnya sihh so so sihh, B aja aka biasa aja. Tapi ok lah, masa udah jauh2 ke Tahura gak ke air terjunnya… hehehe….

Badan capek, kumel, keringetan, kaki udah lemah, kami pun memutuskan turun kebawah dengan naik ojek… jeng jenggg….. Naik ojek kali ini rasanya kayak main roller coaster tapi di daratan. Udah naik motornya bertiga, jalannya curam, kerikil semua, sempit… dan si mas ojeknya malah ketawa2 liat gue dan Indi panik… Mas mas, lo meleng dikit, kita bertiga jatuhh guling2 lho šŸ˜ anyway, akhirnya kami sampai dengan selamat di Goa Belanda.

Hari udah siang, sekitar jam 2an kami cabut dari Tahura dan langsung ke Asia Afrika dan Braga. Disana ngapain? Makan, makan dan makan hehehe… karena disana banyak stand, jadi cobain deh satu per satu makanan yg ada disana. Berhubung, kuota perut gue lumayan gede, gue pun gak puas cuma makan makanan cemilan yg ngotorin gigi doang.

Kami pun menuju ke Braga untuk makan sore, sebelum berangkat ke stasiun. Baru tahu, ternyata sederetan Braga itu kafe-kafe semua.. duhhh kemana ajaa deh gue selama ini…. Jadi pengen ntar next time kudu bisa hangout disana lagi, pasti kalo malem makin seru hehe…

Kami pun memutuskan makan di Braga Punya Cerita. Gue suka banget interiornya. Lucuk! Makanannya pun oke….

Sekitar jam setengah 6 sore, kami langsung menuju ke Stasiun Bandung dan saatnya berpisah dengan Dea… hikss….

Setelah selesai say good bye dan berbasa bass, kami pun langsung masuk ke stasiun, begitu kereta datang, kami langsung masuk ke kereta dan duduk. Capekk bangettt bokkk!! Tapi puas hehehe…

Berakhir sudah wiken trip gue minggu lalu itu. Dan, gue pun sudah merencanakan weekend trip selanjutnya, karena weekend trip itu ternyata asik ya! Lebih asik dibanding nge-mall, dinner cantik dan nongkrong cantik.. hehehe….

 

#WoodyJalanJalan at Puncak Bintang

#WoodyJalanJalan at Puncak Bintang

#WoodyJalanJalan at Air Terjun Curug Omas

#WoodyJalanJalan at Air Terjun Curug Omas

US! ;)

US! ;)

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
28

Ini Untukmu

(Jika kamu bertanya-tanya, apakah ini untuk mu… Ya, benar, ini untuk mu)

Omong-omong tentang kamu….

Kamu itu sosok yang pernah ‘meramaikan’ hidup ku. Di aplikasi chat, nama mu (dulu) selalu berada di paling atas. Entah siapa saja yg dibawahnya, aku tak peduli.

Kamu itu (dulu) membuat ku selalu terbangun saat subuh, hanya untuk melihat apakah ada nama mu di ponsel ku.

Setiap hari kita bertukar kata, (mungkin) tertawa sendiri di depan layar hp, saling mention di sosial media.

Omong-omong tentang kamu…

Aku ingat pertama kali membaca pesan mu, hampir saja tak ku respon. Tapi, toh aku memutuskan untuk mencoba bertemu dengan mu.

Aku ingat ponsel dan bandara, sambil melihat muka cemberut mu yang sedang menatap layar hp, mencari penerbangan pengganti.

Aku ingat kucing, sambil melihat mu asyik bermain dan berfoto-foto dengan kucing.

Omong-omong tentang kamu…

Selalu membuat ku tertawa dengan aksen khas mu itu. Jahat sih tapi itu lucu hahahaha!

Selalu bisa menggoda ku, entah soal apapun.

Jauh-jauh datang untuk merayakan ulangtahun ku dan berlibur bersama.

Sabar menunggu, walau aku terlambat menjemput mu di bandara.

Omong-omong tentang kamu…

Adalah lelaki pertama yang ku bawa ke kampung halamanku.

Ku kenalkan pada keluarga terdekat dan sahabat ku.

Ku ajak kau makan makanan favoritku.

Terasa manis, seperti segelas frappuccino.

Lebih manis dibanding pemanis buatan.

Tapi, itu dulu.

Kini, hanya ada secangkir kopi hitam tanpa susu dan gula.

Pahit, bukan manis.

Omong-omong tentang kita…

Selalu bertengkar. Percayalah, aku tak pernah menyengajakan. Aku hanya inginĀ mengenal lebih dalam saja.

Omong-omong tentang kita, mungkin Tuhan hanya ingin mempertemukan bukan menyatukan.

Omong-omong tentang aku…

Sengaja tak ku balas pesan dari mu, karena hanya akan membuat ku terus menerus menanyakan kabar, dan kamu pun akan kerepotan sendiri.

Omong-omong tentang aku, masih menyayangimu, sejujurnya…. Entahlah, tak seharusnya ku lakukan ini.

Omong-omong tentang kamu….

Omong-omong tentang kita….

Sudahlah sampai disini saja, terlalu panjang nanti jika ku ceritakan semua.

 

 

 

 

 

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
20

Jarak atau Berjarak?

Jarak itu memang menyebalkan, terlebih bagi orang yang telah memendam rindu. Apalagi rindu yang berjarak, bisa karena tak terbalas atau memang jauh.

Jarak kerap kali menertawakan mereka yang sesak karena rindu. Jarak bisa jadi menyenangkan bila kita akhirnya kita melepas rindu bersama.

Namun jika tidak? Jarak hanyalah menjadi sebuah angka yang menunjukkan seberapa jauh kita terpisah.

Jarak seringkali beradu dengan waktu, untuk menentukan mana yang paling jauh.

Waktu adalah jurang pemisah yang paling jauh, sedangkan jarak, walau jauh masih bisa ditempuh.

Jarak dan waktu, seperti dua benda yang saling bergantung, tak bisa dipisahkan.

Waktu yang akan menentukan kapan jarak menjadi satu.

Waktu yang akan membuat jarak tak bisa memisahkan kita.

Buat ku, bukan waktu yang kita tunggu dan bukan pula jarak yang harus disalahkan.

Aku, kamu dan rindu yang patut dipertanyakan.

Jika rindu kita saling beradu, tak usah saling mencari siapa pemenangnya.

Jika kita sama-sama rindu, marilah bertemu.

Sebelum waktu mengubah rasa rindu ini menjadi hambar.

Sebelum jarak memudarkan waktu, rasa rindu dan kamu.

 

instagram @noraemon

instagram @noraemon

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
19

Franky Steen

Frankenstein is already a monster when I found him. But, he is not huge and tall as people said. Indeed, his skin is all green, like the one in a legend.

He smirks a lot. Everytime he does something wrong, he smirks. He does something right, he also smirks. To me, he is kind of awkward person, oh it’s a creature actually :p

One day, I found him, he was sitting in his room and holding his red guitar. As I knew, it was a gift from his long-distance bestfriend who lived in another planet, but he never touched and played it.

Then, he stood up, still held his guitar and looked at the window. Wow, at first, I thought he was gonna toss it off. But, he started to pluck its string!

I was surprised. Since when did he play a guitar, I asked myself.

Seconds later, he started to sing.

Wow. Double surprise. Never imagine that comes a day when a Frankenstein would sing.

“Hey” I eventually called him.

He turned his head over and looked a little startled.

“No worries. It is only me.”

He looked down and spoke softly. I barely heard it.

“I want to be in a rock band”

So, I caught his words.

Weeks later, I had a day off and decided to take him to the beach. He wore his rockstar suit and brought his favourite red guitar.

He insisted to play me a song on a beach. I nodded.

His voice indeed blew me away that day. I laughed and suggested him to change his name.

“Franky Steen”

I know his role model is Bruce Springsteen. So, I picked the name, wishing he will be like his idol.

He grinned from ear to ear.

No longer being the scary huge green monsterĀ akaĀ Frankenstein.

So, be it. The future rockstar Franky Steen.

 

instagram @noraemon

instagram @noraemon

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
18

Sajak Rindu (2)

instagram @noraemon

instagram @noraemon

 

 

Ku sampaikan rindu ini pada senja

Namun sayang langit kita berbeda

Dalam doa kusematkan namamu

Agar kau tahu rindu ini untukmu

Kalo suka, boleh di share lho
 January 18th, 2016  
 Nora Setiawan  
 Curcol, On Love  
 , , , ,   
 0 Comment
Jan
08

The Root of Happiness is Inside Us

Happiness is Simple

Happiness is Simple

Ekspresi bahagia si Doraemon ini membuat ku berpikir, untuk bahagia itu gak susah. Tinggal perkara mau atau tidak saja.

Untuk jadi bahagia, juga gak perlu effort banyak. Bahkan, hal sepele pun bisa bikin bahagia.

Bahagia itu harus dimulai dari diri kita sendiri, bukan orang lain. Bukan dari hubungan kita dengan orang lain. Apalagi, dari hubungan kita dengan orang yang kita sayang.

Kita gak butuh orang lain untuk jadi bahagia. Gak butuh orang lain untuk membahagiakan kita.

Karena,

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana, melihat mu bahagia.

Sesederhana, melihat mu tersenyum.

Sesederhana, melihat mu tertawa lepas.

Dan,

Aku gak butuh kamu untuk jadi bahagia.

Aku bisa sendiri.

Sendiri juga bukan berarti gak bahagia.

Because happiness is the root of my life.

.

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
07

Kembang Api Tahun Baru

source: path

source: path

Tulisan diatas bukan tulisan gue, tapi menginspirasi gue untuk bikin cerita di bawah ini. Dan, entah kenapa ceritanya jadi super galau gini šŸ˜

Tepat dua tahun kita putus kontak. Aku sih lebih tepatnya yang memulai duluan. Bukan karena aku udah gak sayang, tapi karena aku lebih sayang pada diriku sendiri daripada kamu. Ku pikir, dengan cara ini aku bisa memindahkan semua memori ke ujung otak paling dalam, entah apa itu namanya.

Rupanya aku salah. Walau sudah dua tahun kita tak saling bicara, berpisah bahkan sebelum jadi apa-apa, memori tentang mu tetap tak bisa kupindahkan dari kepalaku, apalagi di buang jauh-jauh. Terasa mustahil.

Berulang kali aku mencoba untuk melupakan mu, untuk kesekian kali pula kamu membuatku untuk kembali mengingatmu. Untuk kesekian kalinya, kamu membuat hati ini menyala setelah berulangkali meredup.

Kamu itu seperti kembang api di tahun baru.

Membuatku terbang, melayang dengan semua bualan manis mu.

Lalu menyala, terlalu terang sampai mata ku sedikit rabun.

Tapi, makin lama makin meredup. Kamu sadar, kamu sudah bosan menyalakan api.

Aku pun masih sedikit memaksa untuk menyalakannya, tapi aku tak punya korek yang cukup besar untuk membuatnya menyala.

Dan, akhirnya selesai.

Langit kembali gelap dan sepi. Pesta kembang api telah selesai. Berharap, akan adaĀ lagi satu kembang api termanis yang akan ku lihat.

Namun, sia-sia. Langit pada malam itu meneteskan air mata, memaksa ku untuk beranjak pergi walau masih ingin ku lihat lagi kembang api terindah dalam hidupku. Meskipun sebentar tapi aku tak sekalipun menyesal pernah mengijinkanmu menyalakan kembang api di tahun baru ku.

 

Kalo suka, boleh di share lho
Jan
04

Resolusi oh Resolusi

Tahun 2016 udah berjalan 4 hari, sampai detik ini pun gue masih mengambang soal resolusi yang bakal jadi gol gue nanti. Bukannya ndak tau, maunya apa.. Tapi, saking banyak maunya sampai bingung mana yang kepingin banget. Nah loh!

Dari seminggu lalu, sewaktu masih bulan desember tanggal 20an, sudah banyak postingan meme di sosial media, atau bahkan tulisan di sosmed tentang ‘Resolusi Tahun 2016.’ Berbagai lelucon pun tak luput dari isi sosmed para netizen ini. Mulai dari “New Year. New Me. Bullshit.” sampai “Resolusi Ingin Kurus di Tahun 2016”

Well, kita semua tahu betapa mudahnya bikin resolusi, sekedar bikin tapi gak dilakuin. Bikin list resolusi sepanjang satu meter, posting di sosmed dan dua hari kemudian udah lupa. Bener kalo kata bule “It is easier to said than to be done.”

Bukan tipe orang yang teratur, maka gue pun jarang banget bikin ‘Daftar Resolusi Tahun xxxx’ paling sekedar ada di kepala, dilakuin beberapa minggu dan kemudian dilupain begitu aja. Duhh…

Begitulah manusia.

Punya resolusi ‘Ingin Kurus’ , daftar gym di sebuah tempat fitness terkenal, bayar sekian ratus ribu per bulan atau bahkan sekian juta per tahun dengan harapan “gue udah bayar mahal, jadi mau gak mau kudu gym tiap hari!” tapi kenyataannya, cuma jalan beberapa minggu, untung sempet jalan satu bulan full. Sisanya? “Tiap hari lembur, ga sempet gym” atau “hari ini capek banget” dan keluhan-keluhan lainnya.

Sikap konsisten itu memang perlu. Gak perduli itu resolusi tahun baru atau dalam pekerjaan sehari-hari atau sekedar pengen berubah biar lebih produktif or whatever it is. Tapi, pastinya harus dilakuin sedikit demi sedikit asal rutin dan konsisten. Ingin kurus? Gak perlu gym 6 kali seminggu tapi cuman bisa bertahan 3 minggu. Lebih baik gym 3 kali seminggu atau wiken doang asal bisa jadi kegiatan rutinitas.

Sama kayak pengalaman gue dulu. Rela ngeluarin duit demi domain dan hosting, berjanji selalu nulis eview film setiap abis nonton film dan bermimpi suatu saat blogĀ gue bisa disejajarkan dengan rogerebert.com… Sayangnya, cuma bertahan satu bulan. Setelahnya, domain dan hosting gue udah di suspended sampai sekarang. hahaha!

Mulailah gue dari nol, mencoba bikin blog baru lagi, yang lebih ringan. Gak usah ada tema-temaan, yang penting rutin nulis. Itu udah cukup banget. Gak usah nulis setiap hari, cukup satu minggu sekali. Kalo udah terbiasa, bisa dinaikkan jadi 3 kali seminggu. Who knows?

Dan, senengnya gue masih bisa dibilang lumayan bisa berkonsisten kali ini. Walaupun, sempat satu bulan ndak ada postingan sama sekali (lembur tiap hari! Kapan mau nulisnya? :p) tapi setelahnya, udah lumayan banget. Setiap bulannya pasti ada satu atau dua posting. Belum bisa rutin satu minggu sekali sih, but that’s alright, I guess.

Mungkin, nantinya gue bisa menjadi lebih rajin nulis. Itu salah satu resolusi gue di tahun ini. Resolusi secara tidak tertulis, namun tetap di ingat dalam otak. šŸ˜€

Sebenernya, masih banyak resolusi-resolusi lainnya yang harus dilakuin kalo pengen jadi lebih baik di tahun ini. Kata orang, semua butuh proses, ndak bisa instant kalo mau bener-bener bagus. Resolusi ndak usah di tulis di kertas ndak papa, asalkan bener dilakuin, pelan-pelan ndak papa, asal sampai tujuan. šŸ˜€

Selamat tahun baru, teman! :)

source: sosmed dong!

source: sosmed dong!

 

instagram: @noraemon

instagram: @noraemon

Kalo suka, boleh di share lho