Kena Toyor

RSS
25
Apr

A Letter From Me

Halo kamu…..

Apa kabarmu? Ahh, terlalu basa-basi yah pertanyaanku ini. Aku kan cuma pengen tahu, kayak apa sih kamu sekarang? Sehat? Masih suka bengong? Ngayal? Ato malah galau siang sore malem?

Hahahaha!

Gak apa, galau itu wajar kok. Galau gak cuman punya anak abege doang. Siapapun boleh galau hehehe…..

Ngayal juga wajar, karena pada dasarnya orang itu suka mengkhayalkan sesuatu yang belum tentu kejadian. Mereka sadar bahwa hal itu gak akan kejadian di dunia nyata. Sama kan kayak kamu? Suka berkhayal (dan berekspektasi) berlebihan dan ketika kenyataan gak sesuai dengan yang diharapkan, jadi sakit hati sendiri deh.

Aku cuma pengen tau beberapa hal…. Eh, banyak hal deng, secara satu tahun itu lama, apalagi ini lima tahun. Kebanyang kan berapa banyak hal yang bisa diceritain? Bahkan, kalau di bikin novel atau series mungkin udah jadi trilogi.

Inget gak, dulu tuh kamu paling suka bengong berjam-jam, tiap ada kerjaan, bukannya langsung dikerjain malah browsing, youtube-ing, instagram-ing or whatever-ing dulu sampe berjam-jam, mendekati deadline ato kalo udah sore baru deh gubrak-gubruk ngerjain. Hahaha…. Did you still do that?

Please say no ya…. Bengong itu terkadang bagus, buat mancing ide, tapi kalo keterusan, awas di samber mak lampir! Hiiiiyyy…..

Ngulik-ngulik sosial media juga bagus, buat nyari referensi atau sekedar update tentang dunia luar. Asalkan, jangan kelamaan mantengin sosmed buat stalking mantan ya!

Oh ya, soal mantan. Masih kepikiran sama si itu? Iya itu tuhh…… Kalo masih sih, susah move on banget sih jadi orang! Hih! Padahal yakin deh, pasti ada orang-orang setelah dia, ya kan? ya kan? Hmmmm……..

Aku pingin tahu deh.

Dari sekian check list yang kamu bikin, udah berapa yang ter-realisasi? Gak perlu di jawab, tapi cukup keep it in mind aja, usahain kalo ngerjain sesuatu itu dikerjain sampai kelar dulu ya. Trus, jangan banyak maunya nanti jadi bingung sendiri dan jadi gak ter-realisasi satupun lho. Menunda-nunda pekerjaan itu juga gak baik, ku harap kamu udah gak gitu lagi ya.

Sekarang udah mau weekend…. Jalan kemana kamu? Masih suka wiken trip kan? Atau malah sekarang jadi rajin ke luar negeri? Hehehe… Apapun itu, keep traveling ya. Selain untuk sekedar mengeksplor dan mengakrabkan diri dengan dunia luar, berguna juga buat travel blog yang 5 tahun lalu kamu bikin. Hehehe….

Oh ya, aku hampir kelupaan.

Apa kabar Woody, lego-lego dan mainan yang ada di kamar kamu? Masih sering di foto-foto gak ya? Hahaha! Mudah-mudahan Woody masih utuh, masih bagus dan teman-temannya juga bertambah. Kalo Woody masih sendiri, cariin pacar gih!

By the way, aku cuma mau bilang, kamu baik-baik aja ya.Walaupun kita berjarak 5 tahun, kamu di masa depan, aku di masa lalu, tetapi percayalah jika kamu melupakanku, kamu tak akan jadi seperti sekarang ini. Biarlah masa lalu tetap dikenang, asalkan kamu tetap berjuang untuk masa depan.

 

 

Source: Such Heights Cover Album

Source: Such Heights Cover Album

 

Kalo suka, boleh di share lho
14
Feb

Happy Valentine’s Day!

Seandainya kita masih bersama, mungkin akan ada percakapan panjang mengenai hari ini. Sekalipun kita tidak bertatap muka.

Seandainya kita masih semanis gula dalam soda, mungkin akan ada rayuan gombal diantara kita berdua. Sekalipun kita tidak bertatap muka.

Seandainya kita masih saling menyapa, saling berucap “selamat pagi” , mungkin akan ada ucapan “selamat hari valentine” hari ini.

Seandainya kita masih saling memimpikan, mungkin akan ada perayaan valentine di mimpimu dan mimpiku.

Seandainya kita tinggal di negeri yang sama, mungkin akan ada tatap muka hari ini.

Seandainya kita saling sayang, mungkin akan ada perjuangan untuk melihat kita tersenyum satu sama lain.

Seandainya kita saling mencinta, mungkin akan ada perjuangan untuk memeluk satu sama lain dari dekat.

Seandainya kita tidak terlalu bodoh untuk mudah mengumbar emosi, mungkin akan ada pertemuan-pertemuan di esok hari.

Dan…….

Seandainya kita ditakdirkan untuk bersama…….

 

 

Mungkin………..

 

 

 

Happy Valentine’s Day!

 

Seandainya ini aku dan kamu ;)

Seandainya ini aku dan kamu ;)

Kalo suka, boleh di share lho
28
Jan

Ini Untukmu

(Jika kamu bertanya-tanya, apakah ini untuk mu… Ya, benar, ini untuk mu)

Omong-omong tentang kamu….

Kamu itu sosok yang pernah ‘meramaikan’ hidup ku. Di aplikasi chat, nama mu (dulu) selalu berada di paling atas. Entah siapa saja yg dibawahnya, aku tak peduli.

Kamu itu (dulu) membuat ku selalu terbangun saat subuh, hanya untuk melihat apakah ada nama mu di ponsel ku.

Setiap hari kita bertukar kata, (mungkin) tertawa sendiri di depan layar hp, saling mention di sosial media.

Omong-omong tentang kamu…

Aku ingat pertama kali membaca pesan mu, hampir saja tak ku respon. Tapi, toh aku memutuskan untuk mencoba bertemu dengan mu.

Aku ingat ponsel dan bandara, sambil melihat muka cemberut mu yang sedang menatap layar hp, mencari penerbangan pengganti.

Aku ingat kucing, sambil melihat mu asyik bermain dan berfoto-foto dengan kucing.

Omong-omong tentang kamu…

Selalu membuat ku tertawa dengan aksen khas mu itu. Jahat sih tapi itu lucu hahahaha!

Selalu bisa menggoda ku, entah soal apapun.

Jauh-jauh datang untuk merayakan ulangtahun ku dan berlibur bersama.

Sabar menunggu, walau aku terlambat menjemput mu di bandara.

Omong-omong tentang kamu…

Adalah lelaki pertama yang ku bawa ke kampung halamanku.

Ku kenalkan pada keluarga terdekat dan sahabat ku.

Ku ajak kau makan makanan favoritku.

Terasa manis, seperti segelas frappuccino.

Lebih manis dibanding pemanis buatan.

Tapi, itu dulu.

Kini, hanya ada secangkir kopi hitam tanpa susu dan gula.

Pahit, bukan manis.

Omong-omong tentang kita…

Selalu bertengkar. Percayalah, aku tak pernah menyengajakan. Aku hanya ingin mengenal lebih dalam saja.

Omong-omong tentang kita, mungkin Tuhan hanya ingin mempertemukan bukan menyatukan.

Omong-omong tentang aku…

Sengaja tak ku balas pesan dari mu, karena hanya akan membuat ku terus menerus menanyakan kabar, dan kamu pun akan kerepotan sendiri.

Omong-omong tentang aku, masih menyayangimu, sejujurnya…. Entahlah, tak seharusnya ku lakukan ini.

Omong-omong tentang kamu….

Omong-omong tentang kita….

Sudahlah sampai disini saja, terlalu panjang nanti jika ku ceritakan semua.

 

 

 

 

 

Kalo suka, boleh di share lho
20
Jan

Jarak atau Berjarak?

Jarak itu memang menyebalkan, terlebih bagi orang yang telah memendam rindu. Apalagi rindu yang berjarak, bisa karena tak terbalas atau memang jauh.

Jarak kerap kali menertawakan mereka yang sesak karena rindu. Jarak bisa jadi menyenangkan bila kita akhirnya kita melepas rindu bersama.

Namun jika tidak? Jarak hanyalah menjadi sebuah angka yang menunjukkan seberapa jauh kita terpisah.

Jarak seringkali beradu dengan waktu, untuk menentukan mana yang paling jauh.

Waktu adalah jurang pemisah yang paling jauh, sedangkan jarak, walau jauh masih bisa ditempuh.

Jarak dan waktu, seperti dua benda yang saling bergantung, tak bisa dipisahkan.

Waktu yang akan menentukan kapan jarak menjadi satu.

Waktu yang akan membuat jarak tak bisa memisahkan kita.

Buat ku, bukan waktu yang kita tunggu dan bukan pula jarak yang harus disalahkan.

Aku, kamu dan rindu yang patut dipertanyakan.

Jika rindu kita saling beradu, tak usah saling mencari siapa pemenangnya.

Jika kita sama-sama rindu, marilah bertemu.

Sebelum waktu mengubah rasa rindu ini menjadi hambar.

Sebelum jarak memudarkan waktu, rasa rindu dan kamu.

 

instagram @noraemon

instagram @noraemon

Kalo suka, boleh di share lho
07
Jan

Kembang Api Tahun Baru

source: path

source: path

Tulisan diatas bukan tulisan gue, tapi menginspirasi gue untuk bikin cerita di bawah ini. Dan, entah kenapa ceritanya jadi super galau gini 😐

Tepat dua tahun kita putus kontak. Aku sih lebih tepatnya yang memulai duluan. Bukan karena aku udah gak sayang, tapi karena aku lebih sayang pada diriku sendiri daripada kamu. Ku pikir, dengan cara ini aku bisa memindahkan semua memori ke ujung otak paling dalam, entah apa itu namanya.

Rupanya aku salah. Walau sudah dua tahun kita tak saling bicara, berpisah bahkan sebelum jadi apa-apa, memori tentang mu tetap tak bisa kupindahkan dari kepalaku, apalagi di buang jauh-jauh. Terasa mustahil.

Berulang kali aku mencoba untuk melupakan mu, untuk kesekian kali pula kamu membuatku untuk kembali mengingatmu. Untuk kesekian kalinya, kamu membuat hati ini menyala setelah berulangkali meredup.

Kamu itu seperti kembang api di tahun baru.

Membuatku terbang, melayang dengan semua bualan manis mu.

Lalu menyala, terlalu terang sampai mata ku sedikit rabun.

Tapi, makin lama makin meredup. Kamu sadar, kamu sudah bosan menyalakan api.

Aku pun masih sedikit memaksa untuk menyalakannya, tapi aku tak punya korek yang cukup besar untuk membuatnya menyala.

Dan, akhirnya selesai.

Langit kembali gelap dan sepi. Pesta kembang api telah selesai. Berharap, akan ada lagi satu kembang api termanis yang akan ku lihat.

Namun, sia-sia. Langit pada malam itu meneteskan air mata, memaksa ku untuk beranjak pergi walau masih ingin ku lihat lagi kembang api terindah dalam hidupku. Meskipun sebentar tapi aku tak sekalipun menyesal pernah mengijinkanmu menyalakan kembang api di tahun baru ku.

 

Kalo suka, boleh di share lho
28
Dec

Sajak Rindu (1)

Ku titipkan rindu pada angin malam

Biarkan terbang bersama angan-angan

Ku rindukan kau dari jauh

Melewati batas garis khatulistiwa

Meredam rindu dalam kekecewaan

Rindu yang tak pernah tersampaikan

Rindu yang tak tertahankan

Bagai malam menelan kesunyian

Kalo suka, boleh di share lho
18
Dec

Start From December

“Ini udaaaaah 14 desembeerrr ajaaaaaa” teriakan tetangga… tapi dalam hati sih. Entah kenapa gue juga denger.

Okey. Alright. 

“Iyaaaaaaaa…… Tiba-tiba, kok udah pertengahan desember aja… 2015 bentar lagi kelar, perasaan baru kemarin gue lulus SD” nah kalo ini curhatan gue..Masih juga dalam hati.

Tapi, gue sering ngeluh ke orang-orang terdekat gue.

“Why time flies so fast?”

“It only needs only blink, then a year has passed”

“Wow! Where have I been these years?”

“What was I actually doing?”

Etc etc…..

Waktu emang selalu kerasa cepat, se cepat kecoak terbang nemplok di baju orang.

Gue masih inget banget, ketika gue masih kelas 4 sd. Ada seorang tante gue yang kebetulan malam itu nginep di rumah gue. Fyi, sewaktu kecil gue selalu suka setiap ada saudara yang nginep di rumah. Lumayan bisa jadi temen ngobrol.

Jadi tante gue ini bilang “Waktu itu cepet banget. Lihat aja kamu sekarang udah kelas 4 SD, nanti kalo tante kesini, pasti kamu udah SMA, trus tiba-tiba kamu udah punya anak”

Simpel tapi sadis. Bener banget. Tiba-tiba, gue udah memasuki fase hidup dimana seusia gue menikah, berkeluarga dan beranak itu suatu hal yang wajar banget. Malahan kalo belum, kayaknya aneh banget.

Well,

Padahal kalo boleh jujur, gue gak ngerasa umur gue bertambah, makin tua, makin beruban. I feel like I’m forever 21, eh itu toko baju. Well, forever 22… Masih beringas, liar, berkeliaran kesana kemari, suka kepo, suka penasaran, suka petualangan, hyperactive. ya gitu dehh..

My memories about last year is still intact.

All those times I had tried to catch my dreams

All those times I was scared to fly with Air Asia because the news.

All those times I liked somebody that I shouldn’t have done.

All those times I realised that people come and go, is a normal.

All those times I have been trying to write the blog.

So much things happened during a year.

And, I’m very much looking forward to next year, and the year after and after.B

Kalo suka, boleh di share lho
14
Dec

#DearYou

#DearYou

And…

So..

I just realised my old post that I thought it’s already posted….

It was still there in my draft..

Duhh..

So, I was giving a signal..

I posted an instagram picture, it was about my blog’s anniversary.

But, it is actually more than that.

I know you’ve always been there, scrolling up and down, tapping on your phone until your thumb is numb.

And, I wish..

To let you know I actually wrote for you.

To let you read things were running inside my head.

Eventhough, it is indeed absurd and endless and meaningless.

I don’t care.

So, a quote said “Better to have fight with you all the time than to be in love with somebody else”

I don’t know if it’s true

But,

Anyway,

#DearYou, It is nice to know, we are actually ‘good’ 😉

Kalo suka, boleh di share lho
26
Nov

A Birthday Present

“I barely buy something for somebody with money..”

“Uhmm.. Pardon? You’re stingy, eh?”

“I always make something even though it’s ugly but at least, I put a lot effort in it, and not everybody can make whatever i make”

“Like what?”

“I drew a picture for my mother’s birthday, and I can’t draw. I wrote happy birthday greeting in chinese for my father when I was in high school, it was because I learned chinese, and I didn’t like learning chinese.”

“What else do you do?”

“I draw a birthday cake on wall then mash it up with the toys. Take a picture of it. Create a toy photography with simple drawing for somebody who used to be special. My drawing is like a kindergarten kid’s, I love my toys, I like taking toy pictures but I don’t think he’d like it”

“Then, why did you do?”

“Because kid.. I tell you what.. It doesn’t matter if they like it or not, I believe it will be the way to remember them about us.”

“…….”

“I was told by my math private tutor, if you love somebody, and you want to give them something, make them something instead of buying something. It may not change their feeling about you, but at least, they will remember you, because I bet no one would treat them like that…”

“Oh wow…”

“It works. I have been there. Feel so special when people make you something, because you can buy everything if you have money. It won’t be so special anymore….”

“:)”

Then, we both smile from ear to ear today.

 

Kalo suka, boleh di share lho
09
Oct

Too Good To Be True

“Jangan terlalu percaya kalo kamu nemu sesuatu (/seseorang) too good to be true…”

Seharusnya kata-kata itu terus di ingat sampai kapan pun. Perlu di bold, biar dia ingat.

Cuma secuil kata-kata aja, tapi efeknya amat dahsyat. Sudah berkali-kali dia menemui hal yang sama, tapi herannya masih juga menanggapi dengan cara yang sama. Siapa yang salah?

Semua bermula dari sapaan singkat di sosial media.

“Hi”

“Hi juga”

“Nama kamu siapa?”

“Boleh di lihat profile aku lho ;)”

“Oh iya. Nice to meet you ya…”

Obrolan singkat cenderung basa basi pun berlanjut sampai

“Want to meet for a dinner?”

—-

Malam itu membuat dunia nya berubah. Hatinya berbunga-bunga. Jantungnya berdebar-debar. Matanya berkedip-kedip tak percaya melihat sosok hampir mendekati sempurna ada di depannya saat itu. Tanpa diminta Tuhan pun mengirimkan sosok “Almost Perfect.” Baik sekali Tuhan ini, begitu pikirnya.

Keintensitasan dalam berkomunikasi membuatnya berpikir “Almost Perfect” inilah yang bakal mengisi hati dan otaknya untuk beberapa saat. Ia tak tahu akan berapa lama, atau malah selamanya, tapi yang jelas untuk beberapa waktu ke depan.

Tak pernah sekalipun terbesit di kepalanya, jatuh cinta selang beberapa hari ketemu itu does exist. Sebelumnya Ia selalu beranggapan, jatuh cinta pada pandangan pertama itu tidak ada, yang ada itu ya napsu pada pandangan pertama, Sudah jelas bukan hukumnya. Buang jauh-jauh kata jatuh cinta pada pandangan pertama. Tidak pernah ada dalam kamus hidupnya.

Kali ini mungkin berbeda, atau mungkin memang bukan pada pandangan pertama. Entahlah.

Ia tak begitu paham, mengapa hatinya berdegup kencang, matanya bersinar, senyumnya mengembang setiap kali nama sosok mendekati sempurna itu muncul dilayar HP. Mungkin sesosok itu terlalu nyata, terlalu sempurna dan nyata. Ia pun jadi buta. Dan bodoh.

Yang Ia inginkan saat itu hanya mimpi indah, mimpi manis. Berusaha sekuat tenaga untuk menolak kenyataan jika sesuatu yang terlalu baik biasanya berakhir mengecewakan. Yang Ia tahu, sosok tersebut membuatnya tak ingin sedetik pun melirik ke kanan dan ke kiri, apalagi ke belakang. Yang Ia bisa, hanya memandang lurus ke sosok dambaan.

“Kamu itu jangan terlalu percaya. Selidiki dulu lah”

Ia berusaha mengelak.

“Jangan-jangan cuma PHP”

“Ada pepatah ‘We meet for a reason, either you are a blessing or a lesson’ “

Dan lagi-lagi, Ia menganggap “a blessing, not a lesson”

Sosok itu mendekati sempurna, terlalu sempurna. Flawless. Sampai-sampai Ia tak bisa melihat sedikit kekurangan yang ada pada diri sosok itu.

“Dia itu baik. Sabar. Selalu Ada. Ganteng. Kaya pula”

Itu kalimat yang diucapkannya berbulan-bulan yang lalu. Ketika hati masih terbutakan asmara. Ketika jatuh cinta segampang membuat kopi instan. Ketika cinta semanis gulali.

Berubah sekejap, 360 derajad ucapan manis berubah sepahit ampas kopi tubruk.

“Dasar playboy kacangan!” umpatnya kesal.

“Well, it’s not good if it’s too good to be true, baby!”  balasku singkat.

from google

gambarnya dari google

Kalo suka, boleh di share lho