Kena Toyor

RSS
24
Nov

November Kesamber Aer

Mumpung masih bulan November dan kejadian ini baru sekitar 2 minggu yang lalu lah…. Jadi ngga basi-basi banget lah ya….

Sebenernya ini ngga penting-penting amat sih, tapi berhubung gue lagi super suntuk, bengong di kamar, pas kamis malem pula… tapi, besok jumat sih… yaudahlah ya di bawa hepi hepi aja…

Jadi gini,

Dua minggu yang lalu, hari minggu sore, anggep lah jam 5 sore. Gue keluar dari GI, mau pulang, temen gue ke Bogor, gue ke Puri. Berhubung gue ngga hapal jalan yee kaan, jadi gue pake waze… Mungkin ada yang ngomong dalem hati “ihhh GI ke Puri aja ngga tau jalan…” well, gue sih males ngapalin jalan, buat apa ngapalin, hidup lo udah susah, urusan jalan serahin pada ahlinya (baca: waze dkk) :p

Di sore itu, emang parah banget sih hujannya. Aer, angin, gledek, petir, semua dijadi satu. Semacam langit lagi masak capcay, semua mua dimasak… hoahem….

Gue masih nyante-nyante aja, ngikutin waze, sampai di suatu jalan di pinggir tol situ, mobil-mobil di depan pada puter balik, gue nanyalah ama mamang sekitar “mang, ngape tuh pada putbal?” 

“di depan banjir mbak, mending mbak ikutan putbal deh”

Waduh, gue pun cuss putbal….

Sampe di pertigaan, gue nanya ama mamang yang lain.

“mang, banjir yah? kalo mau ke Puri bijimane?”

“neng, naik flyover trus turun, udah lewat situ aja”

Berhubung gue gak hapal jalan dan waze pun terus ngaco. Gue pun nurut yeee kann…

Dan ternyataaaa…. Flyover itu menuntun gue ke jalan penuh kebanjiran aka tanjung duren…

OMG! Panic attack!

Telpon temen, liat gps, nulis twitter (ngga ngefek juga sih), nanya mamang sekitar… Intinya semua mua banjir dan dikasih jalan yang berujung di Greenville.. OMG!

Itu juga pusat banjir braaaay!

Alhasil, temen gue udah leyeh-leyeh di Bogor dan gue terdampar di depan Ayam Presto Ny Nita…

Duh yaa….

Sampe gue kelar makan, kenyang, udah pipis, udah leyeh-leyeh di mobil, masih aja itu gak surut-surut. Ditambah kata mamang parkir, “itu mah surutnya bisa ampe malem”

“Jam berapa mang?”

“Jam 1an lah…” jawabnya super nyante…

HADEUH!

Makin malem, mobil-mobil gede sih pada berani lewat, gue sih ngga, kan gue penakut. deeuhh…

Saat lagi nunggu aernya surut, ada pasangan oma opa yang baik hati… Ceritanya sama-sama nunggu surut, sama-sama nyari info jalan mana aja yang ngga kena banjir (yang ternyata banjir semua…)

Trus, tetiba ada taksi yang berani nekat… Alhasil, si pasangan oma opa punya ide buat nitipin mobil di gereja, trus dianterin pulang pake taksi…

Dan, gue diajak!

OMG!!! Tanpa mereka, kayanya gue masih bengong nungguin surut ampe malem…. Semacam di php in gebetan yang dijanjiin mau dipacarin, taunya di tingga pergi…. ngok…

Kyaaaaa….. Seandainya malaikat beneran ada, mungkin mereka itu termasuk salah satunya :’)

Terharu :’)

Singkat cerita, berkat mereka gue jadi bisa balik ke rumah dengan aman….walaupun udah malam… yaudahlah ya, yang penting bisa bobok cantik dulu.

Mobil tinggal di gereja yang notabene super aman…

Trus, keesokan paginya baru diambil…

Sayangnya, gue lupa satu hal..

Gue lupa nanya nomor telpon mereka… Duh….

Tapi, paling ngga gue tau gerejanya dimana sih. So, I can always find out the information :)

 

Banjirnya di setelah Gerbang Hijau Itu

Banjirnya di setelah Gerbang Hijau Itu

 

NB: Maaf ya fotonya cuma satu, selain udah pada dihapus, ngga terlalu kelihatan juga kok. Waktu itu udah ngga napsu foto dan ngga kepikiran mau di blogging juga. Haha :p

Kalo suka, boleh di share lho
09
Nov

My Cock(roach) Story

I saw my phone and then it hits me… “whaaaaaat?? It is freaking november 9, I have paid a year domain and hosting for nothing?”

YES, it’s my biggest fault, been 2 months hiatus… Well, it seems to have an AWOL. I’m here, being present, right here, live the healthy life but just too busy (and major super lazy) so, I’m not really going anywhere.

Anyway,

My life has been treating me well, still treating me well. Some ups, some downs happen tho, but I guess it’s life, isn’t it?

I was busy, I’m busy. Busy with what? With my daily life, wake up at blabla am, go to work, go to eat, go to hangout, do some shits, then go to bed. Nothing is special, if it was special, my writing didn’t end up like this. Don’t know what to write, bro. I’ll just let my hand to dance all over my laptop, also my brain is racing like a flying cockroach try to avoid some acid.. Ouch!

Oh yeah, speaking of a cockroach. One fine evening on lovely Sunday, I was so tired from back and forth to the airport, I came back home at around 6pm, was hoping I would have a chill and relax night. I took a shower, then I caught glimpse of a shiny brown creature, I stood rigid for a half minute, then I hesitated continue my shower.

I walked to my bed room, did some scrub to my body then suddenly I saw this shiny browny creature was at my kitchen… OH NO!! There he was (i think it’s ‘he’) running freely around my kitchen, my luggage, my fridge, even to my box of lego! EW! Don’t ya know, you’re so disgusting, mr. cockroach… EW!

While he rested on my wall, I was ready with broom on my left hand, then holding a baygon on the right hand. Oh yeah, I was soooo well prepared for the battle! I sprayed baygon to him, but he FLEW towards ME!!! I screamed, ran to the balcony, I forgot it was still locked! duhhh….

I had to call a technician from my apartment, I didn’t want to deal with cockroach alone. Yes, coward! Anyhow, my technician did well. He found the cockroach who was dying from pesticide. I got a trauma (lol), I kept my light on the whole night.

For the next few days after the traumatic event (LMAO!), I entered my apartment carefully, looked up, down, left, right, all over the place to make sure it was okay to be inside!!!

Dude, please don’t laugh at me…. It is so DISGUSTING, yet TRAUMATIC. I did wonder why the hell universe keeps cockroaches alive. I just don’t get it *eyes widely open

*ya know what, I write this cockroach story while yelling a bit, I feel something crawling on my skin, but its actually nothing 😐

OK, my writing today comes to an end. Because I crave for banana milk. CIAO!

Kalo suka, boleh di share lho
 November 9th, 2016  
 Nora Setiawan  
 Curcol, Random  
 , , , , , ,   
 0 Comment
14
Jul

Salam Aidilfitri

Salam Aidilfitri

Salam Aidilfitri

 

Some words are left unsaid.

Some things are left undone.

Some feelings are left unexpressed.

But, a person like you is unforgotten.

Wish you a bless, joy and peace in this holy day.

Happy Eid Mubarak 1437H

 

Itulah foto dan caption yang gue post di Instagram sekitar 1 minggu yang lalu. Lebaran selalu menjadi momen istimewa, apalagi di Indonesia. Mayoritas orang-orang Indonesia merayakan Idul Fitri.

Di saat liburan Idul Fitri, kita bisa berkumpul bersama keluarga. Mungkin juga, buat yang udah bekerja, libur Idul Fitri itu momen di mana kita dapat libur sekitar satu mingguan. Haha!

Buat gue pribadi, lebaran itu saat di mana gue selalu inget masa kecil gue. Walaupun gue gak ngerayain lebaran, tapi lebaran itu merupakan momen yang gue suka.

Sewaktu gue kecil, gue selalu terbangun di saat mbak di rumah gue pulang kampung pada pagi hari… Hihi… Kebetulan pas itu, beberapa karyawati orangtua gue pada tidur di rumah. Sekitar jam 6an pagi, mereka sudah sibuk bersiap untuk pulang kampung.

Ada mobil van yang menjemput mereka. Satu hal yang bikin terharu, melihat ekspresi mereka yang sangat excited, entah karena libur kerja atau bertemu dengan keluarga,. Entahlah, yang jelas raut mereka bahagia banget :’)

Dari kenangan masa kecil itu, yang bikin gue selalu inget soal excited-nya pulang kampung saat lebaran. Pun, salah satu momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya.

Oh ya, omong-omong… Selamat hari raya Idul Fitri, ya… Maapkeun, baru ngucapin sekarang, yang penting kan tulus ngucapinnya. #tsaaah…

Kalo suka, boleh di share lho
14
Feb

Happy Valentine’s Day!

Seandainya kita masih bersama, mungkin akan ada percakapan panjang mengenai hari ini. Sekalipun kita tidak bertatap muka.

Seandainya kita masih semanis gula dalam soda, mungkin akan ada rayuan gombal diantara kita berdua. Sekalipun kita tidak bertatap muka.

Seandainya kita masih saling menyapa, saling berucap “selamat pagi” , mungkin akan ada ucapan “selamat hari valentine” hari ini.

Seandainya kita masih saling memimpikan, mungkin akan ada perayaan valentine di mimpimu dan mimpiku.

Seandainya kita tinggal di negeri yang sama, mungkin akan ada tatap muka hari ini.

Seandainya kita saling sayang, mungkin akan ada perjuangan untuk melihat kita tersenyum satu sama lain.

Seandainya kita saling mencinta, mungkin akan ada perjuangan untuk memeluk satu sama lain dari dekat.

Seandainya kita tidak terlalu bodoh untuk mudah mengumbar emosi, mungkin akan ada pertemuan-pertemuan di esok hari.

Dan…….

Seandainya kita ditakdirkan untuk bersama…….

 

 

Mungkin………..

 

 

 

Happy Valentine’s Day!

 

Seandainya ini aku dan kamu ;)

Seandainya ini aku dan kamu ;)

Kalo suka, boleh di share lho
28
Jan

Ini Untukmu

(Jika kamu bertanya-tanya, apakah ini untuk mu… Ya, benar, ini untuk mu)

Omong-omong tentang kamu….

Kamu itu sosok yang pernah ‘meramaikan’ hidup ku. Di aplikasi chat, nama mu (dulu) selalu berada di paling atas. Entah siapa saja yg dibawahnya, aku tak peduli.

Kamu itu (dulu) membuat ku selalu terbangun saat subuh, hanya untuk melihat apakah ada nama mu di ponsel ku.

Setiap hari kita bertukar kata, (mungkin) tertawa sendiri di depan layar hp, saling mention di sosial media.

Omong-omong tentang kamu…

Aku ingat pertama kali membaca pesan mu, hampir saja tak ku respon. Tapi, toh aku memutuskan untuk mencoba bertemu dengan mu.

Aku ingat ponsel dan bandara, sambil melihat muka cemberut mu yang sedang menatap layar hp, mencari penerbangan pengganti.

Aku ingat kucing, sambil melihat mu asyik bermain dan berfoto-foto dengan kucing.

Omong-omong tentang kamu…

Selalu membuat ku tertawa dengan aksen khas mu itu. Jahat sih tapi itu lucu hahahaha!

Selalu bisa menggoda ku, entah soal apapun.

Jauh-jauh datang untuk merayakan ulangtahun ku dan berlibur bersama.

Sabar menunggu, walau aku terlambat menjemput mu di bandara.

Omong-omong tentang kamu…

Adalah lelaki pertama yang ku bawa ke kampung halamanku.

Ku kenalkan pada keluarga terdekat dan sahabat ku.

Ku ajak kau makan makanan favoritku.

Terasa manis, seperti segelas frappuccino.

Lebih manis dibanding pemanis buatan.

Tapi, itu dulu.

Kini, hanya ada secangkir kopi hitam tanpa susu dan gula.

Pahit, bukan manis.

Omong-omong tentang kita…

Selalu bertengkar. Percayalah, aku tak pernah menyengajakan. Aku hanya ingin mengenal lebih dalam saja.

Omong-omong tentang kita, mungkin Tuhan hanya ingin mempertemukan bukan menyatukan.

Omong-omong tentang aku…

Sengaja tak ku balas pesan dari mu, karena hanya akan membuat ku terus menerus menanyakan kabar, dan kamu pun akan kerepotan sendiri.

Omong-omong tentang aku, masih menyayangimu, sejujurnya…. Entahlah, tak seharusnya ku lakukan ini.

Omong-omong tentang kamu….

Omong-omong tentang kita….

Sudahlah sampai disini saja, terlalu panjang nanti jika ku ceritakan semua.

 

 

 

 

 

Kalo suka, boleh di share lho
20
Jan

Jarak atau Berjarak?

Jarak itu memang menyebalkan, terlebih bagi orang yang telah memendam rindu. Apalagi rindu yang berjarak, bisa karena tak terbalas atau memang jauh.

Jarak kerap kali menertawakan mereka yang sesak karena rindu. Jarak bisa jadi menyenangkan bila kita akhirnya kita melepas rindu bersama.

Namun jika tidak? Jarak hanyalah menjadi sebuah angka yang menunjukkan seberapa jauh kita terpisah.

Jarak seringkali beradu dengan waktu, untuk menentukan mana yang paling jauh.

Waktu adalah jurang pemisah yang paling jauh, sedangkan jarak, walau jauh masih bisa ditempuh.

Jarak dan waktu, seperti dua benda yang saling bergantung, tak bisa dipisahkan.

Waktu yang akan menentukan kapan jarak menjadi satu.

Waktu yang akan membuat jarak tak bisa memisahkan kita.

Buat ku, bukan waktu yang kita tunggu dan bukan pula jarak yang harus disalahkan.

Aku, kamu dan rindu yang patut dipertanyakan.

Jika rindu kita saling beradu, tak usah saling mencari siapa pemenangnya.

Jika kita sama-sama rindu, marilah bertemu.

Sebelum waktu mengubah rasa rindu ini menjadi hambar.

Sebelum jarak memudarkan waktu, rasa rindu dan kamu.

 

instagram @noraemon

instagram @noraemon

Kalo suka, boleh di share lho
18
Jan

Sajak Rindu (2)

instagram @noraemon

instagram @noraemon

 

 

Ku sampaikan rindu ini pada senja

Namun sayang langit kita berbeda

Dalam doa kusematkan namamu

Agar kau tahu rindu ini untukmu

Kalo suka, boleh di share lho
 January 18th, 2016  
 Nora Setiawan  
 Curcol, On Love  
 , , , ,   
 0 Comment
07
Jan

Kembang Api Tahun Baru

source: path

source: path

Tulisan diatas bukan tulisan gue, tapi menginspirasi gue untuk bikin cerita di bawah ini. Dan, entah kenapa ceritanya jadi super galau gini 😐

Tepat dua tahun kita putus kontak. Aku sih lebih tepatnya yang memulai duluan. Bukan karena aku udah gak sayang, tapi karena aku lebih sayang pada diriku sendiri daripada kamu. Ku pikir, dengan cara ini aku bisa memindahkan semua memori ke ujung otak paling dalam, entah apa itu namanya.

Rupanya aku salah. Walau sudah dua tahun kita tak saling bicara, berpisah bahkan sebelum jadi apa-apa, memori tentang mu tetap tak bisa kupindahkan dari kepalaku, apalagi di buang jauh-jauh. Terasa mustahil.

Berulang kali aku mencoba untuk melupakan mu, untuk kesekian kali pula kamu membuatku untuk kembali mengingatmu. Untuk kesekian kalinya, kamu membuat hati ini menyala setelah berulangkali meredup.

Kamu itu seperti kembang api di tahun baru.

Membuatku terbang, melayang dengan semua bualan manis mu.

Lalu menyala, terlalu terang sampai mata ku sedikit rabun.

Tapi, makin lama makin meredup. Kamu sadar, kamu sudah bosan menyalakan api.

Aku pun masih sedikit memaksa untuk menyalakannya, tapi aku tak punya korek yang cukup besar untuk membuatnya menyala.

Dan, akhirnya selesai.

Langit kembali gelap dan sepi. Pesta kembang api telah selesai. Berharap, akan ada lagi satu kembang api termanis yang akan ku lihat.

Namun, sia-sia. Langit pada malam itu meneteskan air mata, memaksa ku untuk beranjak pergi walau masih ingin ku lihat lagi kembang api terindah dalam hidupku. Meskipun sebentar tapi aku tak sekalipun menyesal pernah mengijinkanmu menyalakan kembang api di tahun baru ku.

 

Kalo suka, boleh di share lho
28
Dec

Sajak Rindu (1)

Ku titipkan rindu pada angin malam

Biarkan terbang bersama angan-angan

Ku rindukan kau dari jauh

Melewati batas garis khatulistiwa

Meredam rindu dalam kekecewaan

Rindu yang tak pernah tersampaikan

Rindu yang tak tertahankan

Bagai malam menelan kesunyian

Kalo suka, boleh di share lho
14
Dec

#DearYou

#DearYou

And…

So..

I just realised my old post that I thought it’s already posted….

It was still there in my draft..

Duhh..

So, I was giving a signal..

I posted an instagram picture, it was about my blog’s anniversary.

But, it is actually more than that.

I know you’ve always been there, scrolling up and down, tapping on your phone until your thumb is numb.

And, I wish..

To let you know I actually wrote for you.

To let you read things were running inside my head.

Eventhough, it is indeed absurd and endless and meaningless.

I don’t care.

So, a quote said “Better to have fight with you all the time than to be in love with somebody else”

I don’t know if it’s true

But,

Anyway,

#DearYou, It is nice to know, we are actually ‘good’ 😉

Kalo suka, boleh di share lho