Kena Toyor

RSS
Apr
07

Let’s Explore Ujung Kulon!

Kali pertama gue denger kata Ujung Kulon, yang ada di benak gue saat itu adalah Badak. Yaa secara Ujung Kulon kan memang terkenal dengan penangkaran badak jawa nya hehe.

Tapi, langsung berubah ketika salah seorang temen gue bilang “Kalo pengen ke pantai deket-deket Jakarta mending ke Pulau Peucang aja.”

“Di mana itu? Anyer?” Maklum, sebagai orang yang tinggal di Jakarta, pertama kali yang terbesit di otak gue ketika  ketika ada keyword ‘Pantai deket Jakarta’ yaa cuma Anyer itu sih hehehe…

“Bukan. Peucang itu di Ujung Kulon”

“Haaaah?” Kali ini giliran gue yang mangap dengan terheran-herannya.

Selama ini selalu mengira kalo di Ujung Kulon itu hanya ada taman nasional, gak pernah tau juga kalo ada pantai yang katanya bagus dan sangat memikat dengan gradasi airnya yang cantik. Gue pun penasaran dan langsung mencari trip untuk ke Ujung Kulon.

Alhasil, gue menemukan satu trip dengan harga 775 ribu, 3 hari 2 malam dengan meeting point di Plaza Semanggi. Ok lah, berbekal kenekatan dan keberanian, akhirnya gue daftar untuk ikut trip ini.

Jarak tempuh dari Plaza Semanggi ke Ujung Kulon memakan waktu sekitar 10 jam. 7 jam untuk menuju ke Dermaga Sumur dan 3 jam sisanya untuk menyebrang ke Pulau Peucang dengan kapal.

Setelah istirahat selama beberapa jam di Dermaga Sumur, gue dan peserta trip lainnya siap menaiki kapal untuk ke Pulau Peucang. Here we go!

Ohh yaaa, gue pun dapet bonus untuk lihat pelangi dengan mata telanjang pagi itu di Dermaga Sumur. Tanpa basa -basi, gue pun langsung mengabadikan momen hihihi… Kapan lagi ya kann bisa lihat pelangi secantik ini?

 

Double Rainbow

Double Rainbow

Buat yang nggak terlalu kuat digoyang-goyang ombak, mungkin bisa minum antimo sebelum naik ke kapal karena 3 jam di kapal bisa bikin either lo muntah-muntah atau ngantuk 😐

Dan, gue pun terlalu fokus menikmati pemandangan yang ada di sepanjang perjalanan ke Pulau Peucang. Kapan lagi ngerasain ‘tidur liat laut, bangun liat laut lagi?’ 😉

Menurut itenerary kami, tepat sebelum sampai di Pulau Peucang, kami dipersilahkan untuk snorkeling.

Selamat Datang di Pulau Peucang! ;)

Selamat Datang di Pulau Peucang! ;)

 

Selamat Datang di Pulau Peucang ;)

Dermaga di Pulau Peucang

Jujur, gue gak bisa renang dan cukup parno dengan air, apalagi di lautan luas begitu :O jadi yaa, gue memutuskan untuk gak snorkeling. Well, udah nyobain beraniin diri nyemplung ke laut tapi gak sampe 5 menit naik lagi ke kapal. Seriously, I still can’t conquer the fear.. Huvt…..

Sesampai di Pulau Peucang, believe it or not se geng gue (kebetulan nemu temen-temen yang langsung klop dan ngebentuk geng sendiri :p) disambut dengan monyet-monyet usil yang bawaannya pengen ngambil makanan… Serem sih tapi seru liatin mereka berebut makanan sama manusia.

Maapkeun Gak Ada Foto Monyet, Rusa pun Jadi ;)

Maapkeun Gak Ada Foto Monyet, Rusa pun Jadi ;)

Gue pun udah gak sabar pengen explore pantainya. Jernih, biruuu banget dan gradasinya itu lho bikin kesengsem dan gak peduli matahari sedang hot-hot nya. Ehemmm…

Tapi, sebelum explore kami diharuskan untuk makan siang sambil menunggu pembagian kamar. Penginapan di Ujung Kulon ini pun beragam, tapi karena gue ingin merasakan tidur bersama hewan-hewan liar, jadi penginapan gue dan yang lain berupa rumah panggung dan ‘berbagi’ dengan hewan liar.

Maksudnya, gue tidur di kamar, hewan-hewan itu tidur di bawah rumah panggung itu. Jadi, jangan kaget ya kalo tiba-tiba ada suara gruduk-gruduk di bawah. Itu karena babi nya mau bobok.. Hihihi…

Dua Babi yang Akan Berbagi Atap

Dua Babi yang Akan Berbagi Atap

Selain monyet, gue juga bertemu dengan babi dan rusa. Rusanya sih lucu, bikin gue inget sama Bambi, tapi babi nya sihhh lucu-lucu nyeremin gimana gitu. Gak kebayang aja kalo gue berebut rambutan sama dese.

Setelah makan siang, menjelang jam 2, gue pun meng-eksplor pantai di Pulau Peucang selama satu jam. Eksplor di sini berarti foto-foto ya bukan berenang. Selain gue gak bisa berenang, dan gak ada yang berenang juga sih.

DSC02802

Cantiknya Pantai di Peucang

Gak lama kemudian, kami pun bertolak ke Dermaga Cibom untuk trekking ke Tanjung Layar, yang katanya merupakan 0 KM Pulau Jawa.

Gue pikir tadinya trekking itu buat ngeliat kerumunan badak, ternyata cuma untuk ngerasain berada di titik 0 KM Pulau Jawa, tapi pemandangan yang gue lihat saat itu gak kalah bagusnya sih. Karang-karang bebatuan gede, padang rumput dan ada laut tersembunyi. Gue gak ke laut nya, cuma duduk di rerumputan sambil nikmatin suara deburan ombak… Well, it was SO great…..

Titik 0 KM Pulau Jawa

Titik 0 KM Pulau Jaws

 

Hidden Beach at Tanjung Layar

Hidden Beach at Tanjung Layar

Petualangan gue gak sampe di situ aja karena hari terakhir gue di Ujung Kulon di mulai dengan ‘berburu’ banteng dan merak di Cidaon. Eiitsss, berburu di sini maksudnya adalah melihat dan merasakan berada di hamparan padang rumput yang luas sambil melihat banteng dan merak. Sayangnya, di hari itu para banteng dan merak pada malu-malu, jadi kami pun gak melihat satupun dari mereka

Padang Cidaon

Padang Cidaon

Yaudah, jangan sedih. Mari kita move on….

Kegiatan berikutnya adalah kanoying aka cano-ing aka rowing di Sungai Ciganter. Bersama-sama kami pun menyusuri sungai dengan mendayung perahu. Seru! Bisa rasain asiknya ngedayung, dan ternyata mendayung itu capek dan berat ya… hahaha!

Row Row The Boat!

Row Row The Boat!

Trip gue yang seru itu akhirnya di tutup dengan snorkeling di Pulau Badul. Seperti biasa, gue melewati kegiatan ini karena gue masih parno dengan lautan dan gue males untuk beberes, mandi lagi….

Dan, gak kerasa petualangan gue sudah selesai. Dua hari explore Ujung Kulon membuat gue dapet banyakkk teman baru dan pengen banget belajar buat naklukin rasa takut di air. Anyway, buat yang belom pernah explore Ujung Kulon, lo kudu banget ke sini karena selain deket dari Jakarta (buat yg berdomisili di Jabodetabek) dan juga mata lo jadi terbuka, traveling itu gak selamanya melulu soal liburan ke luar negeri kok. 😉

Cheers From The Boat!

Cheers From The Boat!

 

 

 

 

 

 

Kalo suka, boleh di share lho